Wednesday, November 16, 2011

Hitam Putih

Antri Dulu Dong
Oleh Sukron

Atri.... Satu kata yang mudah diucapkan oleh semua orang namun sulit dipraktekkan, budaya yang mengajarkan kita sebagai anak manusia akan banyak hal melalui antri. Pengalaman kita mengenai antri tentu bermacam-macam, ada yang sabar menunggu, ada yang gelisah karena waktu, ada yang menyerobot antrian kita, bahkan kita sendiri yang menyerobot antrian orang lain. Hal yang demikian terlihat sepele namun biasanya kita menyepelekannya.

Kita sebagai orang tua berlomba-lomba agar anak kita hebat dalam matematika, fisika, kimia atau pelajaran lain namun kita lupa mengajarkan mereka pada tata tertib. Tidak sedikit orang pintar di bumi ini, tidak sedikit pula lulusan sarjana zaman sekarang, dan tidak sedikit juga sarjana yang menganggur. Namun budaya disiplin seperti mengantri sudah mulai memudar eksistensinya. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil tentang antri.
Kalau dipikir-pikir mengantri itu hal yang sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan, tetapi tidak semua orang mau melakukannya dan ini bisa menjadi masalah besar bagi kita bangsa Indonesia. Padahal, ini sangat bermanfaat untuk kepentingan umum, Hanya kesabaran dan kemauan yang diperlukan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/meiubm/budaya-antri-sulit-diterapkan-di-indonesia_54f3dc477455137c2b6c81b3
Kalau dipikir-pikir mengantri itu hal yang sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan, tetapi tidak semua orang mau melakukannya dan ini bisa menjadi masalah besar bagi kita bangsa Indonesia. Padahal, ini sangat bermanfaat untuk kepentingan umum, Hanya kesabaran dan kemauan yang diperlukan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/meiubm/budaya-antri-sulit-diterapkan-di-indonesia_54f3dc477455137c2b6c81b3
Kalau dipikir-pikir mengantri itu hal yang sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan, tetapi tidak semua orang mau melakukannya dan ini bisa menjadi masalah besar bagi kita bangsa Indonesia. Padahal, ini sangat bermanfaat untuk kepentingan umum, Hanya kesabaran dan kemauan yang diperlukan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/meiubm/budaya-antri-sulit-diterapkan-di-indonesia_54f3dc477455137c2b6c81b3

Berikut pelajaran berharga tentang antri menurut seorang guru di Australia yang tidak pernah disebut namanya.
  1. Belajar  manajemen waktu dimana jika kita ingin berada diantrian paling depan hendaknya datang lebih awal.
  2. Belajar bersabar ketika menunggu gilirannya, jika ia di antrian paling belakang maka harus bersabar;
  3. Belajar menghormati hak orang lain
  4. Belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
  5. Belajar kreatif : mengantri kita dituntut untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri, misal membaca komik
  6. Belajar bersosialisasi bertegur sapa dengan orang yang berada didepan atau belakang kita,tidak
  7. Belajar sabar menjalani proses untuk mencapai tujuannya
  8. Belajar hukum sebab akibat, jika datang terlambat maka konsekuensinya di antrian belakang.
  9. Belajar teratur dan rapi
  10. Belajar memiliki rasa malu, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  11. Belajar bekerjasama.
Ada beberapa poin yang sangat bermanfaat dengan kita belajar tertib seperti diatas. Mungkin kita juga perlu merenung, apakah pintar saja cukup??? seorang yang pintar belum tentu masa depannya cerah atau menjadi orang hebat. Sekarang sekolah sampai perguruan tinggi meraih gelar sarjana bukan hal yang sulit lagi, bukan sesuatu yang mahal. Banyak orang-orang yang curang yang menjadi pesaing kita. Mulai sekarang kita mulai tanamkan budaya antri dari diri kita dan keluarga, dengan antri kita bisa berfikir kreatif, dengan kreatif kita bisa menciptakan sesuatu yang baru. 

Jika belum nasib kita, ijazah itu tidak ada guna hanya menganggur di almari, namun susah mencari kerja, dan hanya menungu dan menunggu yang pada akhirnya jatuh. Bagi orang kreatif  bukan ijazah yang diandalkannya, namun kreatif untuk mencari uang dengan jalannya sendiri yang diiringi dengan doa kepada Allah SWT.

No comments:

Post a Comment